Maret Berdarah di Sumatera Timur, 67 Tahun Silam

Oleh Wan Ulfa Nur Zuhra

TANAH itu tak luas. Ukurannya hanya sekitar 2 x 3 meter. Kondisinya tampak tak terurus. Rumput tumbuh sembarang. Lokasinya berada di halaman depan Masjid Raya Tuan Ahmadsyah, Tanjung Balai, sekitar empat meter dari bangunan masjid. Tak banyak orang yang tahu bahwa tanah tersebut adalah sebuah kuburan massal.
Continue reading

Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, Relasi Minang-Bugis yang Keliru

Ulfa

Ulfa

Oleh Wan Ulfa Nur Zuhra

Tulisan ini saya maksudkan untuk mengulas film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, dan sama sekali tidak menghubungkannya dengan novel berjudul sama karya Hamka.

Continue reading

Pokja Aceh Butuh Bantuan

Oleh Makmur Dimila

Makmur Dimilla

SENIN malam, 11 Maret 2013, saya duduk dengan Zulhadi di Rawa Sakti Coffee, sebuah café ber-wifi langganan, tak jauh dari kampus IAIN Ar-Raniry tempat saya sedang menyelesaikan studi. Ia juga hanya lima menit berkendaraan dari rumah Zul di Darussalam. Dan soal Narasi Sumatera, hanya kami berdua yang tahu.

Kami bikin rapat di sela-sela kesibukan masing. Ia masih memimpin majalah Lensa di Unmuha. Saya baru saja cooling down dari komunitas, sebab ingin fokus menamatkan studi setelah ditekan orangtua. Continue reading

Hamid Mundur, Koordinator Pokja Riau Diganti

TEPAT seminggu lalu, 23 Februari, Abdul Hamid Nasution mengirimkan email ke anggota Narasi Sumatera Pokja Riau. Ia mengundurkan diri sebagai koordinator Narasi Sumatera Pokja Riau. Alasan pengunduran diri Hamid:

  1. Saya ingin fokus menyelesaikan kuliah, sebab ini tuntutan keluarga.
  2. Pola kerja komunitas ini lumayan sibuk. Jadi saya tak bisa mengikuti.
  3. Saya tak bisa kerja dibawah kendali orang, kecuali mengikuti prosedur organisasi atau komunitas ini, walaupun belum ada standar baku komunitas Alumni Narasi Sumatera.

Continue reading

Launching Hasil Survei Yayasan Pantau “Islam dan Jurnalisme” di Pekanbaru

YAYASAN Pantau dan Cipta Media Bersama bekerjasama melakukan survey untuk menggambarkan bagaimana persepsi wartawan di Indonesia, negara dengan pemeluk agama Islam terbesar di dunia, mengenai Islam. Survey ini, sebelumnya, pernah dilakukan Yayasan Pantau bekerjasama dengan Kamal Adham Center for Journalism Training and Research at Amiracan University, Kairo. Survey ini berusaha memberi gambaran sebenarnya wartawan-wartawan Indonesia di masa perubahan penting ini. Ini adalah bagian dari upaya lebih jauh untuk menaksir sikap-sikap dan nilai-nilai wartawan di negara-negara Muslim. Sebelumnya, survey ini dilakukan di Indonesia dan sejumlah negara Arab. Dukungan dana untuk survey 2012 ini berasal dari Ford Foundation dan tak ada dukungan dana atau hubungan lain dengan pemerintah untuk survey ini.

Continue reading